Rabu, 11 April 2012

Peran Guru dalam Pelayanan Bimbingan dan Konseling

PERAN GURU DALAM PELAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING
Dalam kedudukannya sebagai pendidik, guru memiliki posisi yang strategis. Dibandigkan dengan tenaga pendidik atau konselor. Guru lebih sering berinteraksi denga siswa secara langsung. Guru dapat mengamati secara rutin perkembangan siswanya.
Peran guru dalam pelayanan bimbingan dan koseling adalah
a.    Guru sebagai Informator
Guru berperan sebagai informatory,

Model dan Pola Pelayanan BK

MODEL DAN POLA PELAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING

A. MODEL-MODEL BIMBINGAN

1)    Frank Parson
Menciptakan istilah Vocational Guidance yang menekankan ragam jabatan bimbingan dengan menganalisis diri sendiri, analisis terhadap bidang pekerjaan, serta memadukan keduanya dengan berfikir rasional dan mengutamakan komponen bimbingan pengumpulan data serta wawancara konseling.

2)    William M. Proctor, (1925)
Mengembangkan model bimbingan mengenalkan dua fungsi yaitu fungsi penyaluran

Landasan Bimbingan dan Konseling

Landasan-Landasan Bimbingan Dan Konseling

A.    Landasan Filosofis
Kata filosofis barasal dari bahasa yunani, Yakni Philos yang berarti cinta dan Shopos yang berarti kebijaksanaan. Jadi filosofi berari cinta drngan kebijaksanaan. Filsafat merupakan ilmu yang mempelajari proses berpikir dan tingkahlaku, teori tentang prinsip atau hukum-hukum dasar yang mengatur alam semesta. Dengan kata lain filosofi merupakan hasil pemikiran yang sedalam-dalamya.

    Hakekat manusia
Pada hakekatnya manusia terlahir lemah, dan tidak berdaya.

jenis Bimbingan dan Konseling

JENIS-JENIS BIMBINGAN DAN KONSELING

Bimbingan dan konseling terbagi atas beberap jenis berdasarkan sudut pandang tertentu. Jenis bimbingan pada dasarnya terdiri atas tiga jenis, yaitu berdasarkan banyaknya orang yang dibimbing pada waktu dan tempat tertentu. (bentuk bimbingan); berdasarkan tujuan yang ingin dicapai dalam pelayanan bimbingan dan konseling(sifat bimbingan); berdasarkan bidang tertentu dalam kehidupan siswa dan mahasiswa (ragam bimbingan.
A.    Bentuk bimbingan
Bentuk bimbimbingan lebih mengarah pada jumlah orang yang diberikan bimbingan. Bimbingan terbagi menjadi dua, bimbingan individual dan bimbingan kelompok

Hakekat Bimbingan Dan Konseling

HAKEKAT BIMBINGAN DAN KONSELING

    Pada dasarnya bimbingan dan konseling dilakukan dari manusia untuk manusia dan oleh manusia. Dari manusia artinya pelayanan itu siselenggarakan berdasarkan hakikat keberadaan manusia sesuai dengan simensi kemanusiaanya. Untuk manusia, dimaksudkan bahwa pelayanan tersebut dilaksanakan demi tujuan-tujuan yang agung, mulia dan positif bagi kehidupan manusia menuju manusia seutuhnya, baik sebagai individu maupun kelompok. Oleh manusia mengandung pengertian bahwa manusia dengan segenap martabat , derajat serta keunikannya masing-masing. Bimbingan dan konseling seperti ini melibatkan manusia, baik dari segi totalitas, mauoun potensi-potensi dan kecenderungannya, perkembangannya, sinamika kehidupan dan permasalahannya, dan interaksi yang dinamis dari unsure-unsur tersebut.

A.    Pengertian Bimbingan Dan Konseling

Bimbingan dan konseling merupakan terjemahan dari istilah “ guidance and conseling “  dalam bahasa Inggris dapat di artikan secara umum sebagai suatu bantuan.

Fungsi Bimbingan dan Konseling

FUNGSI BIMBINGAN DAN KONSELING


A.    Fungsi Pemahaman
Fungsi pemahaman yaitu fungsi bimbingan dan konseling membantu konseli agar memiliki pemahaman terhadap dirinya (potensinya) dan lingkungannya (pendidikan, pekerjaan, dan norma agama). Berdasarkan pemahaman ini, konseli diharapkan mampu mengembangkan potensi dirinya secara optimal, dan menyesuaikan dirinya dengan lingkungan secara dinamis dan konstruktif.
1.    Pemahaman Klien
Pemahaman tentang klien merupakan titik tolak upaya pemberian bantuan terhadap klien. Pemahaman tersebut tidak hanya sekedar mengenal diri klien,

Asas-asas Bimbingan dan Konseling

ASAS-ASAS BIMBINGAN DAN KONSELING

B.    Prinsip-prinsip BK
Dalam pelaksanaan bimbingan dan konseling disekolah hendaknya menerapkan asas-asas bimbingan dan konseling, karena pelayanan bimbingan dan konseling adalah pekerjaan yang profesional. Asas itu sendiri adalah ketetapan yang harus dipenuhi dalam bimbingan dan konseling. Apabila dilaksanakan diharapkan proses bimbingan dan konseling mengarah pada tujuan yang ingin dicapai. Apabila tidak dilakukan dikhawatirkan akan berlawanan dengan tujuan bimbingan dan konseling dan merugikan salah satu pihak.
1.    Asas Kerahasiaan, yaitu asas bimbingan dan konseling yang menuntut dirahasiakanya segenap data dan keterangan tentang konseli (konseli) yang menjadi sasaran pelayanan, yaitu data atau keterangan yang tidak boleh dan tidak layak diketahui oleh orang lain. Dalam hal ini guru pembimbing berkewajiban penuh memelihara dan menjaga semua data dan keterangan itu sehingga kerahasiaanya benar-benar terjamin